PERAN ORANG TUA

a. Peran Orang Tua
Utami Minandar (1999) menjelaskan beberapa sikap orang tua yang menunjang tumbuhnya kreativitas, antara lain :
1. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkan
2. Memberi waktu kepada anak untuk berfikir, merenung dan berkhayal
3. Membolehkan anak untuk mengambil keputusan sendiri
4. Mendorong anak untuk menjajaki dan mempertanyakan hal-hal
5. Meyakinkan anak bahwa orangtua menghargai apa yang ingin dicoba, dilakukan dan apa yang dihasilkan
6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak
7. Menikmati keberadaannya bersama anak
8. Memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak
9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja
10. Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan anak.
Untuk membuat kreatif maka orangtuapun harus kreatif, Menurut Melly Kiong, sebagai penerima penghargaan MURI untuk ibu rumah tangga penulis buku pedoman parenting, menjelaskan cara kreatif mendidik anak agar anak memiliki inisiatif dalam melakukan sesuatu, pengalaman Melly Kiong sebagai orang tua dapat ditiru dalam melakukan pendidikan pada anak, antara lain :
1. Membangun mental berusaha
Dalam membangun mental usaha anak, dapat dicontohkan dengan beberapa kasus dibawah ini,
Contoh 1 : Anak minta dibukakan bungkus peremen
yang harus dilakukan :
- Sebagai orangtua harus mengakui jika anak belum bisa membukakan permen karena memang belum diajari
- Berikan contoh membukakan permennya sampai anak mengerti
- Setelah itu, minta anak untuk mengulangi kembali. Jangan lupa berikan pujian serta pesan bahwa setelah ini harus berusaha sendiri sebelum mereka meminta tolong kepada orang lain.
Contoh 2 : Anak minta dibukakan botol minuman air mineral
Jika anak belum bisa maka sebagai orang tua mengajari dengan cara menjelaskan misalnya, “Dibagian tutup yang tertutup plastik, Dede lihat dulu ada bagian tertentu yang diberi bintik-bintik, fungsi bintik-bintik adalah untuk memudahkan kita merobeknya, sehingga kita gampang membuka plastiknya”
Nilai yang diperoleh :
- Lewat pembelajaran permen, ada pelajaran pentingnya nilai “usaha” dan tidak bergantung, dan sebagai orangtua perlu mengakui kekurangan walaupun dihadapan anak-anak, dan memposisikan situasi senyaman mungkin sehingga tercipta rasa percaya diri si anak, karena tidak selamanya anak dapat disalahkan, (orangtua tidak mengajari).
- Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk belajar mandiri dari hal yang ada disekitar, dan efeknya akan membangun mental juang anak.
2. Membangun mental peduli
Peduli adalah salah satu sikap mental yang wajib dimiliki oleh setiap manusia sebagai syarat untuk bisa membina hubungan yang lebih baik dengan orang sekitar, sebagia hasilnya seseorang akan lebih mudah diterima oleh lingkungannya. Kalau anak itu peduli maka dia akan berbuat baik, dan ketika seseorang baik, dimanapun dia berada akan dihargai dan akan diterima dengan baik.
Contoh : Isi Staples kecil yang berbahaya
Tempelkan ujung staples kejari, “Aduh!” Jelaskan kepada anak bahwa isi staples itu amat berbahaya, sebisa mungkin ajak anak untuk menyimpannya ditempat yang sudah disediakan atau jika ditemukan ditempat lain, bungkuslah dengan tisu atau kertas supaya tidak melukai orang.
Nilai yang diperoleh :
- Anak akan membiasakan membuang benda-benda tajam yang berbahaya kedalam kotak yang sudah tersedia
- Sesuatu yang membahayakan diri kita tentu bisa membahayakan orang lain juga, dari hal kecil oarngtua menyadarkan anak-anak untuk peduli dan berbuat baik
Contoh 2 : Sisa kertas Koran
Sediakan sebuah kotak bekas (kardus) yang bertuliskan “Betapa sisa kertas ini berguna untuk orang lain”
Anak-anak akan membuang kertas yang sudah tidak terpakai kedalam kotak yang sudah disediakan, jika sudah penuh maka mereka akan memberikan kepada pemulung yang lewat didepan rumah.
Nilai yang diperoleh :
- Anak-anak lebih baik diajak mempraktekkan langsung apa yang ingin diajarkan, tidak hanya sekedar orang tua katakana bahwa mereka harus berbuat baik. Dengan memberikan sisa kertas yang sudah tidak terpakaipun, anak-anak bisa merasakan bahagianya kekuatan memberi dan peduli.
Dari contoh Melly Kiong dapat diperoleh bagaimana orangtua kreatif mendidik anak, maka dapat memunculkan inisiatif anak dan muncul gagasan-gagasan kreatif anak, yang tanpa orangtua sadari, betapa hebatnya anak-anak mereka.

Kreativitas dapat diperkuat bila:
 Anak-anak didorong untuk merasa bebas mengekspresikan perasaaanya atau opininya. Keluarga terbuka untuk pengalaman baru dan opini yang berbeda
 Anak-anak didorong untuk memanipulasi dan mengevaluasi gagasan. Misalnya dengan pertanyaan “ mengapa kamu berpendapat bahwa……..”
 Anak-anak dibiarkan menjadi asli dirinya, dan ketika tumbuh mereka didorong untuk mempertimbangkan lebih dari satu penyelesaian untuk setiap masalah.
 Disipiln tegas tanpa menghukum dan dengan batas-batas yang jelas
 Orang tua percaya anaknya akan berlaku baik dan melakukan sebaik-baiknya.
 Orang tua menerima atau toleran terhadap gagasan kreatif anak tanpa mengingkari atau mengecilkan hasil yang dicapai.
 Orang tua percaya pada kemampuan anak mereka. Jangan berkata kalau itu terlalu “Sulit”. Jika memang sulit, orang tua harus berkata bahwa ia bangga anaknya telah mencoba.
 Orang tua siap untuk membiarkan anak mereka melakukan aktivitas jika anak menikmati kegiatan tersebut.
 Orang tua menyediakan arah dalam menemukan masalah dan menyelesaikannya. Pertanyaan kuncinya adalah “ mengapa kamu berpendapat bahwa…..”
 Orang tua memperbolehkan ekspresi bebas di samping pelatihan spesifik dan banyak peluang untuk berlatih. Ingat bahwa pelukis besar juga belajar melukis.
 Orangtua sendiri kreatif, anak meniru mereka.
 Anak-anak mempunyai kontak dengan pemikir kreatif lain melalui TV, buku dan diskusi dengan orang dewasa dan anak yang lebih besar.
 Kesesuaian digantikan oleh keterbukaan. Putuskan nilai-nilai mana yang penting dalam keluarga anda dan bersikaplah fleksibel pada hal-hal lain.
 Orang tua mendorong bermain pura-pura dan imajinatif
 Anak-anak diperkenalkan dengan cerita, musik, dan seni. Dan juga gagasan dan aktivitas fisik, termasuk menari dan olah raga

Tidak ada komentar: